Aku dan Si Kecil. (Bagian 2.)
Perkenalkan namaku ihsan,aku
tinggal di sebuah desa kecil yang sebenarnya cukup tentram jika di lihat dari
pandanganku. Aku tidak memiliki begitu banyak teman tapi stiap teman yang aku
miliki pastinya sangatlah berharga bagiku. Tidak ada yang special dari
kepribadianku, hanya saja aku tidak suka melihat orang yang seenaknya sendiri
dan merasa paling lebih dari pada yang lain. SiKecil adalah salah satu teman
atau boleh di bilang sahabat dekatku, dyad an aku sudah bagai saudara, kami
terbiasa makan , tidur , dan berpetualang bersama.
Tak terasa hari sudah larut malam ,
sudah waktunya bagiku dan siKecil untuk pulang. “Cil, apa kamu tidak mau pulang
? sekarang sudah hamper jam 22.30, aku juga sudah capek banget cil.” Kataku.
“baiklah ayo kita pulang bersama.”. setelah sepakat untuk pulang bersama
mengingat arah dan tujuan kami yang sama kami pun bergegas meninggalkan rumah
sakit.
“Cil, aku jadi khawatir sama Deni,
apa gak apa-apa kalau Deni di tinggalkan sendiri ?”aku yang di jalan menujuh
rumah baru ingat akan hal itu pun jadi agak khawatir, tapi dasar SiKecil emang
paling bisa dya pun menjawab “tanang saja , aku udah kasih kabar orang rumah
Deni kok dan katanya tadi udah di perjalanan.”,mendengar jawaban SiKecil aku
jadi tenang. Sudah cukup lama kami
ngobrol di jalan, gak terasa kami pun sudah sampai rumahku, tak lupa aku
membuat janji dulu dengan SiKecil untuk bertemu lagi besok pagi untuk
bersama-sama pergi kerumah sakit berharap Deni sudah bisa menceritakan apa yang
terjadi. “Makasih ya Cil udah di anterin, and jangan lupa besok pagi..!”.
SiKecil pun Pergi. Meski pun di depan siKecil aku berusaha melupakan kejadian
tadi pagi, tapi mengingat perkataan SiKecil dan Keadaan Deni aku jadi agak
khawatir dengan ancaman Boy. Aku ingin sekali segera menyelesaikan masalah ini
tapi sepertinya aku sudah terlanjur basah jadi aku putuskan untung benar-benar
serius membantu masalah Deni ini. Setelah samapai kamar idamanku,aku gak mau
pusing lama-lama. Aku segera bergegas tidur.
Esok hari pun tiba. Handphone ku
yang baru saja ingin aku ambil sudah bordering duluan. Tak kusangka siKecil
bisa Sepagi ini menghubungiku, padahal setauku siKecil paling Malas buat urusin
urusan orang tapi sepertinya masalah Deni ini adalah pengecualian bagi dya.
“Hallo, iya-iya cil aku Siap-siap.” Jawabku saat pertama kali angkat telephone
dari siKecil. “aku tunggu di gang biasanya” SiKecilpun mematikan telephone nya.
“haduh pagi-pagi udah repot”gumamku sendiri. Setelah mandi aku bersiap untuk
pergi ketempat SiKecil dan pergi Ke Rumah Sakit dimana Deni di rawat.
Sesampainya di Rumah Sakit aku
terkejut karena ada dua sahabatku yang lain berada di sana, aku pun sangat
senang di buatnya karena aku kira kalau mereka datang untukku, tapi entah
karena kebetulan atau gimana ternyata mereka datang untuk Deni yang ternyata
adalah Sepupu dari sahabatku tadi , Deni adalah Sepupu dari sahabatku yang
bernama Saiful dan yang satunya lagi datang untuk menemani Saiful adalah
taufik. Karena aku yang begitu senang melihat sahabatku datang aku jadi lupa
suasana, aku langsung saja menyapa mereka seperti biasa tapi mereka tidak
membalas sapaanku dengan balasan yang seperti biasa, itu yang membuatku sadar
kalau mereka datang bukan untukku tetapi untuk orang lain.
Kami yang tadinya berada di dalam
ruangan tempat Deni tidur pun memutuskan untuk keluar dari sana agar bisa
berbincang-bincang mengenai masalah ini sambil menunggu Deni yang sampai
sekarang masih belum sadar dari pingsannya kemirin. Aku dan SiKecil pun
menceritakan kejadianya secara terperinci. “Sialan Boy,awas saja kalau
Ketemu.”Sepertinya saipul sangat marah sampai-sampai dya bilang seperti itu.
Setlah hampir dua jam kami ngobrol diluar ruangan , taufik yang mendengar suara
dari dalam ruangan Deni mengajak masuk kembali dan ternyata Deni sudah sadar.
Saiful yang sudah terbawa emosi
langsung menanyakan kpada deni apa yang sebenarnya terjadi. Deni yang dengan
sedikit takut masalah ini menjadi lebih rumit lagi pun menceritakan nya kepada
sepupu kesangannya itu. Deni menggambarkan bahwa Boy adalah…. (bersambung) (akan update tiap minggunya. tunggu ya hehe)
No comments:
Post a Comment