Thursday, June 12, 2014

Aku dan si Kecil (eps2)



Aku dan Si Kecil. (Bagian 2.)

Perkenalkan namaku ihsan,aku tinggal di sebuah desa kecil yang sebenarnya cukup tentram jika di lihat dari pandanganku. Aku tidak memiliki begitu banyak teman tapi stiap teman yang aku miliki pastinya sangatlah berharga bagiku. Tidak ada yang special dari kepribadianku, hanya saja aku tidak suka melihat orang yang seenaknya sendiri dan merasa paling lebih dari pada yang lain. SiKecil adalah salah satu teman atau boleh di bilang sahabat dekatku, dyad an aku sudah bagai saudara, kami terbiasa makan , tidur , dan berpetualang bersama.

Tak terasa hari sudah larut malam , sudah waktunya bagiku dan siKecil untuk pulang. “Cil, apa kamu tidak mau pulang ? sekarang sudah hamper jam 22.30, aku juga sudah capek banget cil.” Kataku. “baiklah ayo kita pulang bersama.”. setelah sepakat untuk pulang bersama mengingat arah dan tujuan kami yang sama kami pun bergegas meninggalkan rumah sakit.
 
“Cil, aku jadi khawatir sama Deni, apa gak apa-apa kalau Deni di tinggalkan sendiri ?”aku yang di jalan menujuh rumah baru ingat akan hal itu pun jadi agak khawatir, tapi dasar SiKecil emang paling bisa dya pun menjawab “tanang saja , aku udah kasih kabar orang rumah Deni kok dan katanya tadi udah di perjalanan.”,mendengar jawaban SiKecil aku jadi tenang.  Sudah cukup lama kami ngobrol di jalan, gak terasa kami pun sudah sampai rumahku, tak lupa aku membuat janji dulu dengan SiKecil untuk bertemu lagi besok pagi untuk bersama-sama pergi kerumah sakit berharap Deni sudah bisa menceritakan apa yang terjadi. “Makasih ya Cil udah di anterin, and jangan lupa besok pagi..!”. SiKecil pun Pergi. Meski pun di depan siKecil aku berusaha melupakan kejadian tadi pagi, tapi mengingat perkataan SiKecil dan Keadaan Deni aku jadi agak khawatir dengan ancaman Boy. Aku ingin sekali segera menyelesaikan masalah ini tapi sepertinya aku sudah terlanjur basah jadi aku putuskan untung benar-benar serius membantu masalah Deni ini. Setelah samapai kamar idamanku,aku gak mau pusing lama-lama. Aku segera bergegas tidur.

Esok hari pun tiba. Handphone ku yang baru saja ingin aku ambil sudah bordering duluan. Tak kusangka siKecil bisa Sepagi ini menghubungiku, padahal setauku siKecil paling Malas buat urusin urusan orang tapi sepertinya masalah Deni ini adalah pengecualian bagi dya. “Hallo, iya-iya cil aku Siap-siap.” Jawabku saat pertama kali angkat telephone dari siKecil. “aku tunggu di gang biasanya” SiKecilpun mematikan telephone nya. “haduh pagi-pagi udah repot”gumamku sendiri. Setelah mandi aku bersiap untuk pergi ketempat SiKecil dan pergi Ke Rumah Sakit dimana Deni di rawat.

Sesampainya di Rumah Sakit aku terkejut karena ada dua sahabatku yang lain berada di sana, aku pun sangat senang di buatnya karena aku kira kalau mereka datang untukku, tapi entah karena kebetulan atau gimana ternyata mereka datang untuk Deni yang ternyata adalah Sepupu dari sahabatku tadi , Deni adalah Sepupu dari sahabatku yang bernama Saiful dan yang satunya lagi datang untuk menemani Saiful adalah taufik. Karena aku yang begitu senang melihat sahabatku datang aku jadi lupa suasana, aku langsung saja menyapa mereka seperti biasa tapi mereka tidak membalas sapaanku dengan balasan yang seperti biasa, itu yang membuatku sadar kalau mereka datang bukan untukku tetapi untuk orang lain.
Kami yang tadinya berada di dalam ruangan tempat Deni tidur pun memutuskan untuk keluar dari sana agar bisa berbincang-bincang mengenai masalah ini sambil menunggu Deni yang sampai sekarang masih belum sadar dari pingsannya kemirin. Aku dan SiKecil pun menceritakan kejadianya secara terperinci. “Sialan Boy,awas saja kalau Ketemu.”Sepertinya saipul sangat marah sampai-sampai dya bilang seperti itu. Setlah hampir dua jam kami ngobrol diluar ruangan , taufik yang mendengar suara dari dalam ruangan Deni mengajak masuk kembali dan ternyata Deni sudah sadar.

Saiful yang sudah terbawa emosi langsung menanyakan kpada deni apa yang sebenarnya terjadi. Deni yang dengan sedikit takut masalah ini menjadi lebih rumit lagi pun menceritakan nya kepada sepupu kesangannya itu. Deni menggambarkan bahwa Boy adalah…. (bersambung) (akan update tiap minggunya. tunggu ya hehe)

No comments:

Post a Comment